Tak begitu pagi...
untuk bangun
dan warna udara yang kemerahan
kutahu berat saat pintu itu dibuka
Aku jadi rindu biru
Uap di kepala
Berdo’aku seharusnya lebih khusyuk....
Sleman,Yogyakarta, 10 Agustus 2014
“Kamu sudah selesai?”
“Apanya?”
“Tugas-tugas pribadimu.”
“Belum.”
“Essay bagaimana?”
“Belum ada
inspirasi.”
“Postingan di blog?”
“Sudah saya
tulis. Tapi belum di—apa namanya?”
“posting?”
“Ya.”
“Bagaimana sih caranya?”
“ya tinggal
ditulis. Selesai.”
“Ha ha ha (wajah datar tanpa ekspresi).”
“Benar,kan? Apa
yang lucu?”
“Ini yang lucu (menarik ujung hidungnya hingga mirip
adik kera sakti yang gemuk).”
“Jenius.”
(menahan tawa) “Begini, perintahnya membuat satu postingan blog pribadi tentang
pentingnya PPSMB. Dibuat sekreatif dan semenarik mungkin sesuai keinginanmu.”
“Berarti postingan di blog saya boleh hanya satu
kalimat.”
“Terserah.
Kalau itu menarik, kenapa tidak?”
“Kamu bagaimana?”
“Kalau saya,
saya ceritakan hidup saya. Saya siapa, dari mana, kehidupan asmara saya, lalu
diselip-selipkan pesan pentingnya PPSMB.”
“Yakin? Kehidupan asmara? (menahan tawa) “ya ya, boleh
lah. Tapi saya masih bingung.”
“Apa lagi?”
“Apa kepanjangan PPSMB?”
“Pelatihan Pembelajar
Sukses Mahasiswa Baru.”
“Coba jelaskan sedikit.”
“Ehem. PPSMB
sejatinya merupakan serangkaian acara yang ditujukan sebagai media penyambutan dan pengenalan pada kita,
mahasiswa baru akan lingkungan perkuliahan yang kita hadapi. Agar, setidaknya, kita
memiliki pandangan yang lebih luas mengenai hakikat kita umumnya sebagai
seorang manusia yang utuh dan khususnya sebagai seorang mahasiswa yang
merupakan bagian dari civitas academica.” (sambil menggerak-gerakkan tangan)
“ Horeeeee...!(tepuk tangan dengan wajah datar). Kamu
ngutip mentah-mentah dari Guide Book Prisma PPSMB Fakultas Teknik 2014 yang
kita dapat waktu SG.”
“Ya, memang.”
“Itu plagiarisme.”
“Saya
menyertakan sumber.”
“Kamu bercanda. Tugas perkenalanmu, bagaimana?”
“yang prisma,
kan? Sudah hampir. Kurang satu orang lagi.”
“Saya punya teman satu unit yang dari teknik geologi.”
“Lantas?”
“Sekedar informasi.”
“Apa pentingnya
bagi hidup saya?”
“Mungkin bisa mengisi kekurangan di buku perkenalanmu.”
“Sudah ada
teknik geologi.”
“Yah, mungkin bisa mengisi kekurangan di hatimu.”
“Ndak lucu.”
“Memang. Tapi sekedar informasi, dia mirip dengan dia
dalam tanda kutip.”
“Dia dalam
tanda kutip? Maksudmu—“
“Ya, dia. Dia.
Jangan bilang kamu begitu saja lupa dengan masa-masa SMA-mu setelah di kota
ini.”
“Ndak lah. Seberapa mirip? Wajahnya?
Gerak-geriknya?”
“Empat puluh
persen lah.”
“Jujur saja, saya
merasa agak aneh akhir-akhir ini.”
“Lanjutkan.”
“Rasanya kosong.
Entah. Sekarang rasanya seperti berada di dimensi yang berbeda dengan kehidupan
saya yang dulu. Bukan, bukan. Ini lebih terasa seperti saya yang sama sekali
bukan saya. Paham maksud saya? Rasanya jauh sekali. Jauh sekali dari kenangan.”
“Ndak paham. Kemarin kamu beli caping ke bringharjo,
ya?”
“Ya.Waktu saya
lihat langit, saya jadi ingat laut. Saya ingat bagaimana luasnya lautan
sekarang sudah berada di antara dia dan saya.”
“Halaah kamu ini. Berapa harga capingnya?”
“tujuh belas
ribu.”
“Begini saja, besok kamu antar saya ke Bringharjo
untuk beli caping. Sekalian beli cat untuk capingnya.”
“Capingmu dan PPSMB
tak pernah mau mengerti kemana angin berhembus akan membawa saya dari rindu
yang berkepanjangan.”
“Jalani saja dulu. Syukuri. Kata Einstein, agar
seimbang sebuah sepeda harus tetap bergerak.”
“Bisa juga
dibuat rebah. Dan dengan begitu si sepeda tetap seimbang dalam posisi rebahnya.”
“Itu dia. Itu pilihanmu. Mau bergerak atau rebah.”
“(sambil
memandang ke kejauhan) Ya sudah. Bergerak saja. Mungkin nanti, setelah PPSMB
ini selesai, saya bisa jadi mahasiswa yang bisa dengan percaya diri mengatakan:
‘SETELAH SAYA MENGIKUTI PPSMB, SAYA
TAHU BAGAIMANA SEPOTONG KECIL FASE KEHIDUPAN SEHARUSNYA DIJALANI.’
(baca sambil membayangkan
iklan sebuah klinik obat tradisional yang pernah populer di TV)
Bila kalian membaca tulisan ini, itu setidaknya
bermakna dua hal : Yang pertama, saya sudah mengerjakan tugas berlabel
LAMPIRAN. LK.3.P.3.3 (tugas PPSMB). Yang
kedua, kalian sudah pandai membaca. Silahkan tepuk tangan untuk keduanya.
Terima kasih.
###
Tidak ada komentar:
Posting Komentar