Kalimat ini sedang saya tulis ketika daun-daun bersama tangkai pohon nangka di seberang rumah sedang ditiup angin. Langit biru hari rabu sekitar pukul 9 pagi.
Tugas Sore Hari
Awal semester kedua, murid-murid sekolah masih begitu malas
melihat deretan rumus teori kinetik gas di buku catatan fisika mereka. Tapi
beberapa murid suka sekali tersenyum di sepanjang jam pelajaran. Beberapa
karena mengira tersenyum bisa menghindarkan mereka dari dipanggil ke depan
untuk mengerjakan soal, ada yang tersenyum karena saat jam istirahat tadi wanita
dambaannya tersenyum padanya, ada yang tersenyum karena di musim libur lalu
sudah membaca buku bagus berjudul “ Senyum
Itu Ibadah” , dan ada pula yang entah bagaimana tersenyum karena mengalami
gangguan syaraf di wajah sehingga tak dapat menunjukkan ekspresi lain. Tolong
lupakan yang terakhir.
Berangkat
Teguh Arya Pamungkas
Sore ini, langit kota Rhododendron sedang mendung. Hujan sedang turun deras.
Seluruh kota dan jalanan dipenuhi riak-riak air jatuh. Pada masa-masa seperti
ini—hujan sedang turun—, orang-orang Rhodon lebih suka di dalam rumah melilit
tubuh dengan selimut tebal bergambar panda, ditemani secangkir kopi hangat sambil
menonton tayangan drama tempo dulu dari benua Asia nun jauh. Kadang menemani anak-anak
mereka tidur siang—meski sedang sore—setelah hujan-hujanan. Para remaja
tanggung yang sedang senang-senangnya menikmati kegalauan memilih duduk di
teras rumah. Mendengar suara sayup-sayup lagu sendu berjudul “Aku Ingat Hujan Sedang Turun Waktu Itu.”
Langganan:
Postingan (Atom)

.jpg)