Kalimat ini sedang saya tulis ketika daun-daun bersama tangkai pohon nangka di seberang rumah sedang ditiup angin. Langit biru hari rabu sekitar pukul 9 pagi.
Ada lagu—sebenarnya cuma rekaman suara yang fals—yang saya ingin kalian dengar. Jangan dipaksakan karena mungkin rekaman ini berpotensi membuat kalian muntah atau cermin di kamar kalian pecah. Tapi penting rasanya membiarkan kalian sekedar punya akses mendengar rekaman ini. Terima kasih yang entah berhingga dimana,
Berdo’a untuk kebaikan hidup kita semua,
Yakin kalian lulus. Bersyukur atas keyakinan itu.
Lirik :
Engkau masih....
kawanku yang dulu
yang bernyanyi denganku
tentang bagaimana waktu berlalu
Kita terbiasa bersama disana
Dulu sore....
akan jadi jingga
Kita tertiup angin
Bermain seperti di masa kecil
Kita terbiasa saling menenangkan
Kurasa aku merindukan hari-hari itu
ketika
engkau ada
Untuk tertawa atau menangis
karena kita
segera pergi jauh....
Praya, 23 Juli 2014 (/Tgh)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar